Strategi Guru dalam Mencegah Budaya Pacaran di Sekolah Berbasis Tahfiz: Pendekatan Pendidikan Karakter Islami

DOI https://doi.org/10.69548/jigm.v4i1.32

Authors

Nurdiani Nurdiani (1) , Ainal Mardhiah (1) , Hayati Hayati (1) , Masbur Masbur (1)

(1) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh

Corresponding author: nurdianiyani40@gmail.com

Abstract

The culture of teenage dating presents a significant challenge in shaping students’ character, especially within tahfiz-based schools that combine Islamic education and the national curriculum. This phenomenon has become a serious concern for Islamic educational institutions seeking to nurture morally grounded youth amid increasing digital exposure. This study aims to explore the strategies employed by teachers to prevent dating culture in Islamic boarding schools. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and documentation involving all teachers. The findings reveal that prevention strategies are implemented in three stages: planning based on the values of iffah (self-restraint) and haya’ (modesty), implementation through daily religious routines, teacher role modeling, and social supervision, and addressing challenges such as digital media influence and limited after-hours monitoring. This study underscores the importance of integrating Islamic character education with context-sensitive pedagogical approaches in shaping adolescent behavior. It contributes to the development of character-building models responsive to the challenges of the digital age.

Abstrak

Budaya pacaran di kalangan remaja merupakan tantangan serius dalam pembinaan karakter siswa, terlebih di sekolah berbasis tahfiz yang mengintegrasikan pendidikan agama dan kurikulum nasional. Fenomena ini menjadi perhatian khusus bagi lembaga pendidikan Islam dalam membentuk generasi berakhlak mulia di tengah arus digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi guru dalam mencegah budaya pacaran di lingkungan sekolah tahfiz. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap seluruh guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pencegahan dilaksanakan melalui tiga tahap: perencanaan berbasis nilai iffah dan haya’, implementasi melalui pembiasaan ibadah, keteladanan guru, dan pengawasan sosial, serta penanganan kendala yang mencakup pengaruh media digital dan keterbatasan pengawasan di luar jam sekolah. Studi ini menegaskan pentingnya integrasi antara pendidikan karakter Islami dan pendekatan pedagogis yang kontekstual dalam membentuk perilaku remaja. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model pembinaan karakter yang responsif terhadap tantangan era digital.

Downloads

Download data is not yet available.
ARTICLE METRICS
👁️ Abstract views: 297
📄 PDF downloads: 160
Metrics via Dimensions & PlumX

References

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

Damayanti, T., Nugroho, M. F., & Syarif, M. (2022). Sexual behavior of adolescents in Islamic boarding schools: A study on the implementation of Islamic character education. Islamic Guidance and Counseling Journal, 5(1), 12–23.

Fatihin, M., Aulia, L., & Kholid, M. (2024). Interpretation of Qur’anic verses about zina prevention in Islamic boarding schools. Tafsir: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 8(1), 45–57.

Fuadi, A. (2022). Dampak pergaulan bebas terhadap perilaku remaja di era digital. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 123–135.

Kholik, A., Syarif, M., & Iskandar, A. (2024). Peran guru dalam pembinaan akhlak siswa berbasis keteladanan. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(1), 88–97.

Komariah, S. (2022). Pernikahan dini dan pendidikan karakter: Studi kasus pada remaja putus sekolah. Jurnal Gender dan Anak, 7(2), 77–86.

Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. New York: Bantam Books.

Lubis, H., & Murniyetti. (2023). Strategi pembinaan karakter siswa di sekolah berbasis agama. Jurnal Pendidikan Islam Terpadu, 5(2), 56–65.

Musytari, I., Sa’diyah, S., & Hidayatullah, M. (2024). Integrasi nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran pendidikan karakter. Jurnal Ilmu Pendidikan, 19(1), 103–112.

Nur Avivah, A., Syahputra, R., & Fitriani, R. (2023). Peran media sosial dalam pembentukan perilaku remaja muslim. Jurnal Komunikasi Islam, 11(1), 99–110.

Load full references ↓

Downloads

KEYWORDS
Budaya Pacaran, Strategi Guru, Pendidikan Karakter Islami, Sekolah Tahfiz, Remaja

Published

2025-06-19

How to Cite

Nurdiani, N., Mardhiah, A., Hayati, H., & Masbur, M. (2025). Strategi Guru dalam Mencegah Budaya Pacaran di Sekolah Berbasis Tahfiz: Pendekatan Pendidikan Karakter Islami. Jurnal Ilmiah Guru Madrasah, 4(1), 13–23. https://doi.org/10.69548/jigm.v4i1.32

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.