Articles

Pembinaan Karakter Religius pada Peserta Didik di MIN 10 Kota Banda Aceh

535
Abstract Views
357
PDF Downloads
Download PDF

Abstract

This study aims to analyze the forms of religious character, development strategies, and the obstacles and solutions in the internalization of religious values among students at MIN 10 Kota Banda Aceh. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The participants included the principal, teachers, and students selected through purposive sampling. Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model. The findings indicate that students’ religious character is reflected in habitual worship, respectful behavior, and social empathy. Character development is implemented through five main strategies: role modeling, spiritual storytelling, religious advice, habituation of religious practices, and thematic discussions, supported by QURMA programs and extended diniyah hours. Major challenges include limited human resources, time constraints, funding, and inconsistent family support. These challenges are addressed through managerial innovations, stakeholder collaboration, and strengthened communication. This study recommends a collaborative and culturally grounded model of religious character education for Islamic elementary schools.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk karakter religius, strategi pembinaan, serta hambatan dan solusi dalam proses internalisasi nilai-nilai religius pada peserta didik di MIN 10 Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas kepala madrasah, guru, dan siswa yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter religius peserta didik terwujud melalui kebiasaan ibadah, sikap sopan santun, dan kepedulian sosial. Pembinaan dilakukan melalui lima strategi utama: keteladanan, kisah spiritual, nasihat agama, pembiasaan praktik keagamaan, dan diskusi tematik, yang diperkuat oleh program QURMA dan tambahan jam diniyah. Hambatan utama mencakup keterbatasan sumber daya manusia, waktu, dana, serta variasi dukungan keluarga. Namun, hambatan tersebut dapat diatasi melalui inovasi manajerial, sinergi antar pemangku kepentingan, dan penguatan komunikasi. Penelitian ini merekomendasikan model pembinaan karakter religius berbasis kolaboratif dan kearifan lokal untuk madrasah ibtidaiyah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Abdullah. (2007). Studi akhlak dalam perspektif Al-Qur’an. Ahmaz.
  2. Abu Dawud, S. A. A. (2016). Sunan Abi Dawud (pp. 133–134). Maktabah al-Ma’arif lin Natsri wa Tauzhi.
  3. Abu Hasan Agus. (2022). Manajemen sumber daya manusia dalam meningkatkan mutu sekolah. Jurnal Edukasi, 9(4), 2244–2251. https://doi.org/10.31949/educatio.v9i4.6233
  4. Akhmad, M. (2016). Urgensi pendidikan karakter di Indonesia. Ar-Ruzz Media.
  5. Al-Khathib al-Baghdadi. (1975). Al-Faqih wa al-Mutafaqqih (Vol. 2, pp. 91–92). Maktabah al-Anshor.
  6. Al-Qur’an. (2019). Mushaf Al-Busyra. Tiga Serangkai.
  7. Dalyono. (2012). Psikologi pendidikan. Rineka Cipta.
  8. Fajhriani, D. (2020). Manajemen waktu belajar di perguruan tinggi pada masa pandemi Covid-19. Journal of Islamic Educational Management, 2(2), 169–180.
  9. Harahap, E. (2023). Peran lingkungan sosial masyarakat dalam pembentukan karakter belajar peserta didik di MIN 2 Padangsidimpuan. Rumah Jurnal IAIN Padangsidimpuan, 3(1), 46–58.
  10. Kementerian Agama Republik Indonesia. (2017). Penguatan pendidikan karakter jadi pintu masuk pembenahan pendidikan nasional. https://kemenag.go.id/nasional/penguatan-pendidikan-karakter-jadi-pintu-masuk-pembenahan-pendidikan-nasional-qayfec
  11. Kementerian Agama Republik Indonesia. (2021). Banyak siswa belum bisa baca Al-Qur’an. https://kemenag.go.id/nasional/banyak-siswa-belum-bisa-baca-al-quran-kemenag-perkuat-kompetensi-guru-l5ggpe
  12. Kementerian Agama Republik Indonesia. (2024, Februari 8). Banyak siswa belum bisa baca Al-Qur’an. https://h1.nu/15jMz
  13. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Buku panduan hari tanpa tembakau sedunia. https://ayosehat.kemkes.go.id/buku-panduan-hari-tanpa-tembakau-sedunia-2024
  14. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2024). Penyuluhan dampak kecanduan gadget pada anak. https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/penyuluhan-dampak-kecanduan-gadget-pada-anak
  15. Laelatul, A. (2021). Skala karakter religius sebagai alat ukur karakter religius bagi siswa sekolah menengah kejuruan. Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6(2), 16–28. https://doi.org/10.29407/pn.v6i2.14992
  16. Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage.
  17. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage.
  18. Sabrina, U. (2021). Kendala dalam menumbuhkan karakter religius anak usia sekolah dasar selama pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan Islam, 3(5), 3079–3089. https://edukatif.org/index.php/edukatif/article/view/1233
  19. Suwarni. (2020). Penanaman nilai religius dalam membentuk karakter siswa. Jurnal Keagamaan dan Pembelajarannya, 3(1), 19–27. https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/edureg/article/view/3435
  20. Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003). https://peraturan.bpk.go.id/Details/43920/uu-no-20-tahun-2003
  21. Wadi, M. (2022). Fenomena malas shalat di kalangan remaja. https://wadimubarak.com/fenomena-malas-shalat-di-kalangan-remaja/
  22. Wandra, D. (2021). Perencanaan pembiayaan pendidikan. Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(5), 2898–2904. https://edukatif.org/edukatif/article/view/1005
  23. Yufarika, D. (2025). Strategi pembentukan karakter religius di madrasah ibtidaiyah. Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 9(2), 2620–5807. https://jurnal.stiq-amuntai.ac.id/index.php/al-madrasah/article/view/4852
Copyright & License

Authors who publish with this journal agree to the following terms:

  1. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
  2. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
  3. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Indexed & Abstracted In

Chat Support